Shop By Category

Banner

Information

Jenis- Jenis Alat Ukur dalam Kontrol Proses di Industri

Jenis- Jenis Alat Ukur dalam Kontrol Proses di Industri

Flow, Level, Pressure & Temperature

Alat ukur (measuring device) adalah alat yang berada di lapangan (field) untuk mengukur variable proses seperti flow, pressure, level dan temperature. Pada industri proses output data dari alat ukur akan ditransmisikan ke ruangan control (control room) untuk diproses lebih lanjut dalam kaitannya dengan sistem kontrol.

Pemilihan jenis alat ukur yang sesuai dan terbaik untuk mengukur suatu variable proses, sering kali sukar dilaksanakan, bahkan seorang engineer yang berpengalaman dan sudah mempunyai metoda pemilihan akan mengalami demikian. Pemilihan dapat lebih sederhana bilamana semua kondisi operasi (service condition) yang dipersyaratkan diketahui.

Beberapa pengukuran memerlukan lebih informasi dibanding dengan yang lain. Sebagai contoh, beberapa kondisi operasi dan stream characteristic harus diketahui untuk aplikasi pengukuran aliran (flow) dibanding untuk peralatan pengukuran tekanan (pressure). Oleh karena itu sangat penting untuk mendaftar semua informasi yang berhubungan dengan pemilihan alat ukur yang dimaksud.

 

Pengukuran Aliran Fluida (Flow Measurements)

Pengukuran aliran fluida adalah sangat penting di dalam suatu industri proses seperti kilang minyak (refinery), pembangkit listrik (power plant) dan industri kimia (petrochemical). Pada industri proses seperti ini, memerlukan penentuan kuantitas dari suatu fluida (liquid, gas atau steam) yang mengalir melalui suatu titik pengukuran, baik didalam saluran yang tertutup (pipe) maupun saluran terbuka (open channel). Kuantitas yang ditentukan antara lain ; laju aliran volume (volume flow rate), laju aliran massa (mass flow rate), kecepatan aliran (flow velocity).

Instrumen untuk melakukan pengukuran kuantitas aliran fluida ini disebut flowmeter. Pengembangan flowmeter ini melalui tahapan yang luas mencakup pengembangan flow sensor, interaksi sensor dan fluida melalui penggunaan teknik komputasi (computation techniques), transducers dan hubungannya dengan unit pemprosesan sinyal (signal processing units), serta penilaian dari keseluruhan sistem di bawah kondisi ideal, kondisi gangguan (disturbed), kasar (harsh), kondisi berpotensi meledak (explosive conditions) serta pada lokasi laboratorium dan lapangan (field).

 

Pengelompokan (Categorization)

Beberapa jenis flowmeter yang sering digunakan di dalam industri proses dapat dikelompokkan sebagai berikut :

No

Flowmeter

1

Differential Pressure

Orifice

Venturi Tube

Flow Nozzle

Pitot Tube

Pitot Tube (Averaging)

Anubar

Elbow Taps

Wedge

V-Cone

Dall Tube

2

Variable Area

Rotameter

Movable Vane

Weir, Flume

3

Positive Displacement

Nutating Disc

Oscillating Piston

Oval Gear

Roots

4

Turbine

 

5

Thermal

 

6

Target

 

7

Ultrasonic

Doppler

Transit Time

8

Electromagnetic

 

9

Coriolis

 

10

Vortex

 

 

Pemasangan (Instalation)

Secara garis besar ada dua jenis metoda pemasangan dari flowmeter yaitu inline dan insertion. Pada model Inline pemasangan membutuhkan dua buah connector untuk pipa bagian hulu (upstream) dan hilir (downstream), sedangkan model insertion pemasangannya dilakukan dengan menyisipkan sensor probe kedalam pipa. Metode pemasangan secara insertion lebih fleksibel dan hemat, bila dipasang pada line size yang lebih besar.

Pemasangan secara inline, garis tengah dari pipa harus sama dengan ukuran garis tengah flowmeter. Ada dua jenis metoda penyambungan yang banyak digunakan untuk pemasangan flowmeter secara inline dengan pipa yaitu flanged dan wafer.

Gambar 3.1. Metoda pemasangan Flowmeter

Pada umumnya pemasangan flowmeter pada suatu titik mempersyaratkan pipa pada kedua sisi flowmeter (upstream dan downstream) dipasang secara lurus pada suatu jarak tertentu. Khusus untuk alat ukur aliran jenis “pressure drop meter” kadangkadang memerlukan pipa penyearah (straightening vane) untuk aliran dengan distribusi kecepatan abnormal.

Sumber utama adanya gangguan pada profil kecepatan fluida dalam pipa adalah adanya dua elbow dan valve. Straightening vane yang diletakkan diantara elbow dan element primer efektif untuk menghilangkan putaran (swirls) pada aliran.

pipa straight

straigntening vane

Gambar 3.2. Straightening Vane

Pemilihan (Selection)

Untuk memilih suatu flowmeter yang sesuaikan aplikasinya, banyak faktor yang perlu untuk dipertimbangkan. Yang paling utama adalah fluid phase (liquid, gas atau steam) dan flow condition (clean, dirty, viscous , abrasive, open channel, dll.). Faktor kedua yang paling utama adalah line size dan flow rate (keduanya berhubungan erat). Informasi ini lebih banyak dapat mengeliminasi berbagai macam sub model pada setiap teknologi flowmeter.

Fluid propertries lainnya mempengaruhi pemilihan dari flowmeter antara lain density (specific gravity), pressure, temperature, viscosity, and electronic conductivity. Informasi lainnya adalah status dari fluida (pure atau mixed) dan status dari aliran (constant, pulsating atau variable). Lebih dari itu, temperatur lingkungan, lokasi pemasangan (corrosive, explosive, indoor atau outdoor), metoda instalasi (insertion, clamped-on, atau inline), dan penempatan dari flowmeter juga perlu untuk dipertimbangkan, bersama dengan faktor lain yang meliputi antara lain maksimum pressure drop yang diijinkan, ketelitian (accuracy) yang diperlukan, repeatability serta biaya (pengadaan dan pemeliharaan).

Leave a Reply

* Name:
* E-mail: (Not Published)
   Website: (Site url withhttp://)
* Comment:
Type Code